Legal
Kebijakan Privasi
Berlaku sejak: 12 Mei 2025 · Terakhir diperbarui: 21 Mei 2026
Ringkasan singkat: Rekam & Kemas menyimpan video dan data rekaman sepenuhnya di perangkat Anda. Untuk keperluan sistem lisensi dan trial, Hardware ID (HWID) perangkat dikirim ke server pengembang. Untuk mendeteksi dan memperbaiki crash, aplikasi menggunakan Firebase Crashlytics (Google) yang secara otomatis mengirim laporan crash. Saat Anda melakukan pembelian lisensi melalui website, data transaksi (nama, email, telepon) diteruskan ke Midtrans sebagai payment gateway — kami tidak menyimpan data kartu kredit atau rekening bank Anda. Kami tidak menjual data apapun kepada pihak ketiga.
1 Tentang Aplikasi Ini
Rekam & Kemas adalah aplikasi Android untuk mendokumentasikan proses pengemasan barang. Aplikasi ini dikembangkan dan diterbitkan oleh Rekam Kemas (selanjutnya disebut "kami" atau "pengembang").
Kebijakan Privasi ini menjelaskan bagaimana aplikasi Rekam & Kemas menangani informasi yang berkaitan dengan penggunanya.
2 Data yang Disimpan di Perangkat
Aplikasi menyimpan data berikut secara lokal di perangkat Anda. Data ini tidak dikirim ke server manapun.
- Video rekaman — disimpan di folder
Movies/RekamKemas atau folder pilihan pengguna di penyimpanan internal perangkat.
- Metadata rekaman — kode barcode, tanggal & waktu, durasi, dan ukuran file; disimpan dalam database lokal (SQLite via Room) di penyimpanan privat aplikasi.
- Pengaturan pengguna — preferensi seperti kualitas video, posisi watermark, durasi rekaman, dan lainnya; disimpan di penyimpanan privat aplikasi.
- Data lisensi & trial — status trial (tanggal mulai, jumlah rekaman) dan license key; disimpan di penyimpanan privat aplikasi dan dikecualikan dari backup otomatis Android karena bersifat terikat ke perangkat.
- Koordinat lokasi GPS (opsional) — jika fitur "Koordinat Lokasi" di pengaturan watermark diaktifkan, app membaca koordinat GPS dari perangkat dan menampilkannya sebagai watermark di video. Koordinat ini tidak disimpan secara terpisah dan tidak dikirim ke server. Fitur ini nonaktif secara default.
3 Data yang Dikirim ke Server Pengembang
Untuk keperluan sistem lisensi dan trial, aplikasi berkomunikasi dengan server pengembang di api.rekamkemas.id. Data yang dikirim:
- Hardware ID (HWID) — identifikasi perangkat yang dibuat dari kombinasi properti hardware (merek, model, dsb.) yang di-hash menggunakan SHA-256. HWID digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam sistem lisensi dan membatasi trial per perangkat. HWID tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemilik perangkat secara pribadi.
- Nama aplikasi — string tetap
"RekamKemas" untuk memvalidasi request berasal dari aplikasi yang sah.
- License key (hanya saat aktivasi) — dikirim ke server untuk divalidasi. Server menyimpan license key terdaftar.
Yang TIDAK pernah dikirim ke server: video rekaman, gambar kamera, kode barcode, metadata rekaman, koordinat lokasi, nama pengguna, kontak, atau informasi akun perangkat apapun.
Data HWID disimpan di server pengembang hanya untuk keperluan manajemen lisensi dan trial (mengetahui apakah perangkat ini sudah memulai trial, berapa rekaman yang sudah dilakukan, dan status lisensinya). Data ini tidak dibagikan kepada pihak ketiga manapun.
Laporan Crash — Firebase Crashlytics (Google)
Sejak versi 1.2.1, aplikasi menggunakan Firebase Crashlytics dari Google untuk mendeteksi dan melaporkan crash secara otomatis. Data yang dikirim ke server Firebase (Google) saat terjadi crash:
- Stack trace crash — informasi teknis tentang di mana dan mengapa aplikasi berhenti bekerja.
- Informasi perangkat — merek, model, versi Android, dan versi aplikasi.
- Status sesi saat crash — layar yang sedang aktif, status rekaman (idle/merekam/menyimpan), dan nama folder penyimpanan yang dipilih.
- Firebase Installation ID — identifikasi anonim yang dibuat Firebase untuk mengelompokkan crash dari perangkat yang sama. ID ini tidak terkait dengan akun Google atau identitas pengguna.
Laporan crash tidak mengandung kode barcode lengkap (hanya 30 karakter pertama untuk keperluan debug), video, audio, konten rekaman, atau informasi akun. Data crash dihapus otomatis oleh Firebase setelah 90 hari.
Pengiriman laporan crash bersifat wajib dan tidak dapat dinonaktifkan. Data ini hanya digunakan untuk memperbaiki bug dan meningkatkan stabilitas aplikasi. Kebijakan privasi Firebase/Google dapat dilihat di firebase.google.com/support/privacy.
4 Data Pembelian & Pembayaran (Midtrans)
Saat Anda membeli lisensi melalui website rekamkemas.id/beli, data berikut dikumpulkan dan diproses:
- Nama lengkap — digunakan untuk identifikasi order dan pengiriman email konfirmasi.
- Alamat email — digunakan untuk mengirimkan license key setelah pembayaran berhasil, dan untuk komunikasi dukungan teknis.
- Nomor telepon — digunakan sebagai data transaksi untuk Midtrans dan identifikasi order.
- Nama toko / bisnis (opsional) — dicantumkan dalam email konfirmasi sebagai referensi.
- Hardware ID (HWID) — dikirim dari aplikasi, digunakan untuk mengaitkan lisensi yang dibeli dengan perangkat Anda.
Midtrans sebagai Payment Gateway
Seluruh transaksi pembayaran diproses oleh Midtrans (PT Midtrans, anak perusahaan GoTo Financial), payment gateway berlisensi Bank Indonesia. Saat Anda menekan tombol bayar, data transaksi (nama, email, telepon, paket yang dipilih, jumlah pembayaran) diteruskan ke server Midtrans untuk memproses pembayaran.
Rekam & Kemas tidak pernah melihat atau menyimpan nomor kartu kredit, nomor rekening bank, PIN, atau informasi keuangan sensitif lainnya. Semua data tersebut ditangani langsung oleh Midtrans di halaman pembayaran mereka.
Data transaksi yang kami simpan di server hanya mencakup: status pembayaran, paket yang dibeli, dan timestamp — untuk keperluan pengiriman lisensi dan riwayat order Anda. Data ini tidak dibagikan kepada pihak lain selain Midtrans dalam konteks pemrosesan transaksi.
Kebijakan privasi Midtrans dapat dilihat di midtrans.com/id/privacy-policy.
5 Data yang Tidak Kami Kumpulkan
- Tidak ada pengumpulan data analitik penggunaan (seperti statistik fitur atau perilaku pengguna). Laporan crash via Firebase Crashlytics hanya aktif saat aplikasi mengalami crash — bukan pelacakan berkelanjutan.
- Tidak ada pelacakan lokasi secara diam-diam. Lokasi GPS hanya digunakan jika pengguna secara eksplisit mengaktifkan fitur watermark lokasi — hasilnya hanya ditulis sebagai teks di video, tidak dikirim ke mana pun.
- Tidak ada akses ke kontak, kalender, atau informasi akun perangkat.
- Tidak ada iklan dan tidak ada jaringan iklan pihak ketiga.
- Tidak ada data rekaman, video, atau kode barcode yang dikirim ke server.
6 Izin yang Diminta
Aplikasi meminta izin berikut. Setiap izin hanya digunakan untuk fungsi yang tercantum.
| Izin |
Digunakan untuk |
Berlaku di |
| INTERNET |
Komunikasi dengan server lisensi (api.rekamkemas.id) untuk validasi trial dan lisensi; serta pengiriman laporan crash ke Firebase Crashlytics (Google) saat aplikasi mengalami crash. |
Semua Android |
| CAMERA |
Menampilkan pratinjau kamera, mendeteksi barcode, dan merekam video |
Semua Android |
| RECORD_AUDIO |
Merekam audio bersama video selama proses pengemasan berlangsung |
Semua Android |
| READ_MEDIA_VIDEO |
Mengakses file video yang sudah tersimpan untuk diputar dan dibagikan |
Android 13+ |
| READ_EXTERNAL_STORAGE |
Mengakses file video yang sudah tersimpan (digantikan READ_MEDIA_VIDEO di Android 13+) |
Android ≤ 12 |
| WRITE_EXTERNAL_STORAGE |
Menyimpan file video ke penyimpanan eksternal (tidak diperlukan di Android 10+) |
Android ≤ 9 |
| ACCESS_FINE_LOCATION |
Membaca koordinat GPS untuk ditampilkan sebagai watermark di video — hanya jika fitur diaktifkan pengguna. Tidak digunakan untuk pelacakan. |
Semua Android (opsional) |
| ACCESS_COARSE_LOCATION |
Fallback lokasi jaringan jika GPS tidak tersedia, untuk tujuan yang sama dengan ACCESS_FINE_LOCATION |
Semua Android (opsional) |
Tidak ada akses ke kontak, kalender, mikrofon di luar sesi rekaman, atau identitas akun Google. Izin lokasi bersifat opsional dan hanya diminta saat pengguna mengaktifkan fitur watermark lokasi.
Mengapa Aplikasi Membutuhkan Akses Lokasi?
Akses lokasi digunakan semata-mata untuk satu tujuan: menampilkan koordinat GPS (latitude dan longitude) sebagai teks watermark yang tertanam di video rekaman.
Apa yang dilakukan:
Saat pengguna mengaktifkan fitur "Koordinat Lokasi" di Pengaturan Watermark, aplikasi membaca posisi GPS perangkat dan menuliskannya sebagai teks di pojok video — misalnya -6.21088, 106.84562. Ini berguna sebagai bukti lokasi saat proses pengemasan dilakukan.
Apa yang TIDAK dilakukan:
Koordinat tidak dikirim ke server, tidak disimpan dalam database, tidak digunakan untuk pelacakan, dan tidak dibagikan kepada siapapun. Data lokasi hanya ada di dalam file video sebagai teks visual.
- Fitur ini nonaktif secara default — pengguna harus mengaktifkannya secara manual.
- Izin lokasi baru diminta saat pengguna pertama kali mengaktifkan fitur ini.
- Jika izin ditolak, fitur watermark lokasi otomatis dinonaktifkan dan aplikasi tetap berjalan normal.
- Aplikasi tidak mengakses lokasi di latar belakang — hanya saat kamera aktif dan fitur diaktifkan.
7 Library Pihak Ketiga
Aplikasi menggunakan library open-source berikut yang berjalan sepenuhnya di dalam perangkat (on-device) dan tidak mengirim data ke server pihak ketiga:
- Google ML Kit Barcode Scanning — pemrosesan barcode dilakukan lokal di perangkat, tidak memerlukan koneksi internet dan tidak mengirim gambar ke Google.
- CameraX (AndroidX) — framework kamera dari Google untuk pratinjau dan rekaman video.
- Room Database (AndroidX) — database SQLite lokal untuk menyimpan metadata rekaman.
- Kotlin Coroutines & Jetpack Lifecycle — manajemen proses asinkronus, tidak berkaitan dengan data pengguna.
- Firebase Crashlytics (Google) — mengirim laporan crash otomatis ke server Google saat aplikasi berhenti bekerja. Data yang dikirim bersifat teknis (stack trace, info perangkat, status sesi) dan tidak mengandung konten pengguna. Data dihapus otomatis setelah 90 hari. Lihat Kebijakan Privasi Firebase.
8 Keamanan Data
Data rekaman tersimpan lokal di perangkat Anda; keamanannya bergantung pada keamanan perangkat itu sendiri. Untuk komunikasi dengan server lisensi, seluruh koneksi menggunakan HTTPS (TLS). Kami menyarankan:
- Mengaktifkan enkripsi penyimpanan dan kunci layar di perangkat.
- Tidak memberikan akses fisik perangkat kepada pihak yang tidak berwenang.
- Melakukan backup video rekaman secara berkala ke media penyimpanan terpisah jika diperlukan.
Data lisensi dan trial dikecualikan dari backup otomatis Android (Google Drive Backup). Ini berarti status lisensi tidak dapat dipindahkan antar perangkat melalui backup — hal ini disengaja untuk keamanan lisensi.
9 Hak Pengguna
Karena seluruh data rekaman tersimpan di perangkat Anda sendiri, Anda memiliki kontrol penuh:
- Hapus rekaman — langsung dari daftar rekaman di dalam aplikasi, atau melalui file manager perangkat.
- Hapus semua data aplikasi — melalui menu Pengaturan > Aplikasi > Rekam & Kemas > Hapus Data di perangkat Anda.
- Hapus data HWID dari server kami — ajukan permintaan melalui halaman Hapus Data atau hubungi kami via email. Kami akan menghapus HWID Anda dari server lisensi.
- Uninstall — menghapus aplikasi beserta seluruh data privatnya. File video yang sudah tersimpan di penyimpanan bersama (Movies/RekamKemas) perlu dihapus secara manual.
10 Privasi Anak
Aplikasi Rekam & Kemas ditujukan untuk penggunaan bisnis dan profesional. Aplikasi ini tidak ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun dan tidak mengumpulkan informasi pribadi dari siapapun, termasuk anak-anak.
11 Perubahan Kebijakan Privasi
Jika terdapat perubahan pada kebijakan privasi ini, kami akan memperbarui tanggal "Terakhir diperbarui" di bagian atas halaman ini. Perubahan signifikan akan diinformasikan melalui pembaruan aplikasi di Play Store.
Kami menyarankan Anda meninjau halaman ini secara berkala.
12 Hubungi Kami
Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kebijakan privasi ini atau ingin meminta penghapusan data HWID, silakan hubungi kami melalui: